Bulan Katekese Liturgi 2013

Pengantar

Bulan Katekese Liturgi pada bulan Mei tahun 2013 ini berada dalam rentang Tahun Iman yang dicanangkan oleh Bapa Suci Paus Benediktus XVI untuk memperingati 50 tahun pembukaan Konsili Vatikan II, dan sekaligus tahun ketiga pelaksanaan Arah Dasar Umat Allah KAS 2011-2015. Pada Tahun Iman ini, kita diajak untuk memperdalam iman kita, yakni iman Gereja sebagaimana yang terdapat dalam Kitab Suci ataupun Magisterium Gereja. Ajaran Gereja itu dirumuskan dalam syahadat para rasul ataupun syahadat panjang (Nikea-Konstantinopel), ajaran-ajaran Konsili, ajaran Sri Paus dan berbagai dokumen resmi lainnya. Secara khusus, Sri Paus menunjuk buku Katekismus Gereja Katolik (KGK) atau Kompendium KGK. Sedangkan pada tahun ketiga Ardas KAS 2011-2015 kita diajak untuk memperhatikan empat fokus pastoral dari Ardas 2011-2015, yakni: Pengembangan iman mendalam dan tangguh, Pemberdayaan Kaum awam dalam bidang sosial, politik dan kemasyarakatan, Perhatian kepada KLMTD dan Pemeliharaan keutuhan ciptaan; atau disingkat P-4.

Bulan Katekese Liturgi tahun 2013 ini mengambil tema: Mendalami Liturgi sebagai Pangkal Tolak Pembaruan Gereja. Judul mendalami liturgi ini berkaitan dengan Tahun Iman yang fokusnya memang mengajak gerakan pendalaman atau bahkan studi kembali atas ajaran-ajaran iman Gereja. Karena BKL berhubungan dengan liturgi, maka yang kita pelajari dan dalami adalah liturgi itu sendiri. Sedangkan pernyataan liturgi sebagai pangkal tolak pembaruan Gereja berasal dari keyakinan para Bapa Konsili Vatikan II sebagaimana terungkap dalam dokumen pertama hasil Konsili Vatikan II yang berjudul: Sacrosanctum Concilium yang biasa kita singkat dengan SC, yang selanjutnya dalam renungan BKL ini sering disebut dengan Konstitusi Liturgi, mengingat SC merupakan konstitusi liturgi yang ditetapkan oleh Konsili Vatikan II. Dari seluruh sejarah perjalanan pembaruan Gereja tampak bahwa pembaruan diri Gereja yang sejati justru berpangkal tolak dari liturgi Gereja. Maka pembaruan liturgi Gereja sungguh akan membawa pembaruan seluruh hidup Gereja. Dan itulah yang terjadi dalam Gereja hingga hari ini.

Setelah Kongres Ekaristi Keuskupan Agung Semarang II yang telah berlangsung pada bulan Juni 2012 yang lalu, kini saatnya kita mendalami liturgi sebagai pangkal tolak pembaruan Gereja. Bahan-bahan renungan BKL ini secara khusus bertolak dari artikel-artikel Konstitusi Liturgi atau SC dari artikel 1 hingga 20, tanpa menutup kemungkinan terkadang mengutip artikel lainnya dari SC dan atau dokumen Gereja lainnya. Kita diajak untuk membaca isi artikel Konstitusi Liturgi dan kita berusaha merenungkannya bagi usaha pembaruan liturgi di tempat kita.

Pada bulan Mei pula, Gereja di seluruh Indonesia mengadakan Bulan Liturgi Nasional yang memiliki tema tersendiri. Umat beriman di KAS tentu saja tetap boleh menggunakan bahan dari Komisi Liturgi KWI. Hanya saja, tetap diharapkan bahwa umat beriman di KAS bisa secara teratur dan setiap hari merenungkan tema BKL kita Mendalami Liturgi sebagai Pangkal Tolak Pembaruan Gereja seperti ditawarkan di buku ini. Renungan BKL ini juga boleh diperdalam lagi pada bulan Oktober, bulan rosario.

Renungan harian yang ditawarkan di sini merupakan bahan renungan yang dapat dibaca secara pribadi atau dibacakan dalam acara doa bersama, khususnya doa rosario keluarga atau lingkungan. Diharapkan pula, seluruh keluarga berkumpul bersama setiap malam untuk berdoa rosario dan merenungkan bahan BKL ini, agar hidup seluruh anggota keluarga sungguh dikuatkan oleh perayaan liturgi, khususnya Ekaristi – pusat seluruh perayaan liturgi!

Beberapa catatan lain:

  1. Renungan dibuat singkat dan berlangsung sekitar 5-6 menit saja.
  2. Renungan terdiri atas pengalaman hidup sehari-hari, pendalaman liturgi dan sabda Allah.
  3. Renungan ini dapat dibacakan pada awal doa atau di antara peristiwa-peristiwa atau pada akhir doa rosario, atau tempat lain yang sesuai. Pemimpin bebas menentukan kapan renungan ini disampaikan.
  4. Memang sangatlah baik, apabila dalam kelompok ada kemungkinan waktu untuk sharing dan berdiskusi mengenai isi buku ini. Maka pada bahan BKL ini ditawarkan satu bahan sarasehan di akhir buku ini. Bahan sarasehan ini hanyalah sebuah tawaran, terutama bagi kelompok yang ingin mengadakan pendalaman bersama. Semoga berguna!
Semoga bahan BKL 2013 ini semakin mendorong kita semua mendalami liturgi – pangkal tolak pembaruan Gereja sekaligus mendorong kita untuk bertekun dengan Ekaristi dan Adorasi Ekaristi pula! Berkah Dalem.

Yogyakarta, 17 Februari 2013
Hari Minggu Prapaskah I
Komisi Liturgi KAS