Bulan Katekese Liturgi 2013

Hari ke-30

Merenungkan

PEMBINAAN LITURGI YANG BERKESINAMBUNGAN


Ada seorang prodiakon yang kurang rajin hadir dalam pertemuan rutin prodiakon. Ketika ditanya, prodiakon itu menjawab: “Loh saya itu sudah dua puluh tahun menjadi prodiakon. Saya sudah katam dengan tugas-tugas prodiakon. Apa masih ada ilmu yang baru yang belum saya kuasai?” Mungkin prodiakon itu lupa bahwa ajaran dan ilmu liturgi Gereja itu terus berkembang. Bukan hanya prodiakon, kita umat beriman umumnya, sungguh perlu terus belajar untuk memahami liturgi Gereja secara benar dan baik, serta berdayamakna.

Sudah sejak tahun 1999 Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang memulai membuat suatu gerakan pembelajaran liturgi bagi umat beriman, yakni dengan mengadakan Bulan Katekese Liturgi (BKL) pada setiap bulan Mei. BKL di KAS ini ternyata menjadi inspirasi adanya Bulan Liturgi Nasional (Bulinas) yang diadakan oleh Komisi Liturgi KWI untuk seluruh Keuskupan di Indonesia, juga pada bulan Mei, sejak tahun 2001/2002. Pembelajaran liturgi tentu saja tidak hanya terjadi melalui BKL atau Bulinas saja, tetapi dapat sepanjang tahun melalui berbagai bentuk: entah seminar, sarasehan, kursus, teks renungan/pendalaman pada teks buku Misa, atau pembinaan rutin di berbagai kelompok.

Semua usaha pembelajaran liturgi ini merupakan usaha pembinaan liturgi bagi kaum beriman. Hal ini sebenarnya mengikuti permintaan para Bapa Konsili Vatikan II yang berkata: “Hendaklah para gembala jiwa dengan tekun dan sabar mengusahakan pembinaan liturgi kaum beriman serta secara aktif, baik lahir maupun batin, sesuai dengan umur, situasi, corak hidup dan taraf perkembangan religius mereka…..dalam hal ini hendaklah mereka membibing kawanan mereka bukan saja dengan kata-kata, melainkan juga dengan teladan” (SC 20). Setiap umat beriman tetap diharapkan untuk memiliki semangat belajar dalam hal liturgi ini dengan tekun dan gembira.